Powered By Blogger

Rabu, 24 Februari 2010

talking about Family..

Berharap memiliki masa kecil yang indah dan menyenangkan..tentunya dalam sebuah lingkungan keluarga yang sehat.
Sehat itu berarti..ayah dan ibu berperan sesuai fungsinya masing2.
Mereka bekerja mencari nafkah, bersama mendidik anak dengan kasih tapi jg tegas (adil). Mereka bisa meluangkan waktu sehabis seharian bekerja, untuk duduk minum teh dan makan bersama di malam hari.
Sebelum tidur, mereka mengajak nonton atau berdiskusi soal pelajaran tentang hidup.
Tentu itu yang mereka harapkan dari anak2nya bukan? Menjadi anak yang bertumbuh dalam pengertian yang benar soal kehidupan. Baik itu pasti menurut definisi apa yang mereka pandang baik n sepanjang pengalaman hidup yang mereka jalani.
Saat anak bertumbuh dewasa pun mereka bharap anak2 jadi dewasa dalam pemikiran dan tindakan, siap jadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab dan bisa bekerja keras memberi sumbangsih sesuai potensi bagi negara, khususnya tempat dimana mereka menetap dan membantuk keluarga baru pula.
Melanjutkan generasi dan demikian fase kehidupan berlanjut.

Sebelumnya aku bahkan tidak tahu apa arti sebuah keluarga, bagaimana idealnya sebuah keluarga seperti yang dipaparkan diatas. Aku bahkan tidak mengerti bagaimana harus bperan sbg seorang anak yang saleh n mengembangkan potensi dengan baik.
Aku bertumbuh menjadi anak yang rapuh meski aku suka tertawa, menjadi anak yang manja dan tidak dewasa sesuai usiaku meski aku bisa dikatakan mandiri karena mengurus pekerjaan di rumah,aku menjadi anak yang cengeng meski aku bisa dikatakan anak yang ceria n ekspresif :D meramaikan suasana.

Satu saat pernah kuingat akirnya aku pun berharap akan suatu keluarga yang ideal..tidak seharusnya keadaan seperti ini terus. Aku bosan hidup dalam tekanan.
Masalah yang tak terduga datang bertubi2..seakan semua terbuka uuntuk menyerang lingkunganku, seperti krisis ekonomi, krisis jati diri, krisis kasih dan kepercayaan, kehilangan figur seorang ayah yang ideal..hampir ada perceraian, sibuk bekerja n cuek..juga problem relasi lainnya :(
Membuat down,hilangnya asa tuk berharap, dan timbul kekuatiran yang menghantui..kesedihan yang mendalam meninggalkan jejak yang cukup dalam di hati.
Saat itu mungkin banyak kali timbul pemikiran tentang keberadaan Tuhan, kepercayaan pada orang lain terus dipertanyakan, keputusasaan hingga ingin mengakhiri hidup..

:) capai, lelah, beban berat...dan Tuhan Yesus berkata: "Marilah semua yang letih lesu dan berbeban berat..datang padaKu.." Saat itu aku masih semester 2 baru bertobat setahun yang lalu. Mungkin bisa dikatakan itu saat2 terberat dalam hidupku, mengetahui aku lemah tak berdaya..namun aku tetap beraktivitas di kampus, makan minum hang out bersama tmn2 bsenda gurau tapi hatiku kosong dan sepi bagai zombi :)
Itu satu titik balik dalam hidup. Sepi itu..sakit itu..pelan-pelan mulai menemukan jalan kesembuhannya. Pelan tapi pasti sedang tertanam di lahan subur tuk bertumbuh dewasa dan kuat..

komunitas rohani menjadi tempat bagiku untuk belajar menemukan arti kasih sejati :) kasih yang nyata dari figur seorang ayah, karena bagiku figur seorang ibu mudah didapatkan :) ibuku sendiri adalah wanita tak sempurna tapi hebat.
Komunitas ini menjadi tempat dimana aku belajar arti keluarga yang saling memberi diri dan melayani. Pertama luka-luka itu semua terbawa dan memberi pengaruh dalam komunitas. Sebuah slogan bijak ddari buku warisan ibuku mengatakan: "Jangan takut memperlihatkan kerapuhan perasaanmu" ya, itu benar dan sedang kulakukan saat ini. Kisah ini kubagi tidak untuk ceritakan aib atau membuka kehidupan pribadi dengan sia-sia.
Di dalam komunitas, aku telah sempat sangat malu, ingin pergi menghilang tapi tak pernah kulakukan dengan dasar "aku harus bertahan dan belajar menghadapi juga menyelesaikan 'keanehan' diriku ini :)" aku tetap maju dan terus disana. Banyak tingkah polah yang tak dewasa yang aku pikir sekarang "itu memalukan!" Tapi lagi2 aku tak pnah menyesali. Skalipun aku salah..aku bersyukur..aku tetap bertahan dan bersabar terhadap diriku sendiri.
Its my life..that's me..and its not the real me. Aku mulai menemukan sekeping diriku yang sesungguhnya saat aku berelasi dengan Penciptaku. Hmm..itu seperti ketika aku memiliki mobil Ford yang rusak..lalu aku datang pada Henry Ford "tolong tuan, perbaiki mobilku yang kau buat ini"

"Datang pada Tuhan dan Ia mengenakan kuk baru yang ringan dan enak." Kuk baru itu tidak memberi kebebasan pada semua aspek sebebas-bebasnya. Heii..bebas sendiri terkukung dalam kata B-E-B-A-S kan?? :)
Aku datang pada Dia untuk diberi "kuk" dan belajar pada Dia yang lemah lembut dan rendah hati. :D Ia beda dari para otoriter legalis, nazi, pimpinan yang adil, hakim atau polisi...tapi Ia adalah Gembala bagi seekor domba terluka di dekat sungai deras.. Ia telah menjadi penolong dan segala2nya bagiku.
Tentu aku masih sering memberontak dan liar dalam keras kepalakuyang nekad ini. Tapi syukur Dia itu lembut dan setia...
Dia sabar tapi juga menghajarku karena aku ini anakNya. Supaya aku mengerti pembelajaran tentang hidup.

Cerita ini familiar dan sangat mungkin terjadi pada banyak orang di luar sana..sangat banyak bahkan mungkin lebih menyedihkan. :) saat kisah ini dibagi..aku telah menemukan jalan kesembuhan dan akan segera pulh sepenuhnya, yaitu saat hidup dimaknai sepenuhnya dan dikerjakan semaksimal mungkin. Hasil mungkin aku tak dapat menakarnya tapi ku tahu yang pasti dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahku tidak pernah sia-sia. :)
Sampai saat ini..banyak yang telah terjadi..tapi aku belum separuh jalan..seperempat mungkin belum..perjalanan masih panjang jikalau Dia kehendaki aku hidup cukup lama lagi..
Aku ingin tetap belajar dan terus belajar..sampai akhir hayat..soal relasi..komunikasi..cinta dan kasih...semua yang aku perlukan untuk bisa siap kembali bersma Dia saat aku dipanggil pulang nanti..

cukup panjang dan lelah hari ini..mungkin lain kali baru dilanjutkan..