Powered By Blogger

Rabu, 13 Januari 2010

MULUTmu HARIMAUmu..

Bila Engkau duduk makan dengan seorang pembesar,
perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
Taruhlah sebuah pisau pada lehermu,
bila besar nafsumu.
Jangan ingin akan makanannya yang lezat,
itu adalah hidangan yang menipu.

Makan benar dengan porsi yang benar. Jangan tertipu akan penampilan yang menarik dan lezat.

Pernah melihat seorang anak gemuk? Ketika orang tuanya datang, ternyata salah satu dari mereka juga gemuk..bisa dipastikan itu bukan genetika. Itu karena kebiasaan makan !!

Saya suka makan. Jelas sangat suka, apa lagi makanan yang terlihat menarik dan wangi serta lezat, seperti cake, kue kering keju, roti ham, donut icing sugar, marsmallow, yoghurt yang lagi marak akhir-akhir ini. Lalu aku terlihat gemuk seperti tante-tante gembrot (terlihat lebih tua, tidak sehat, badan cepat letih, dan mendapat cacian dari orang-orang karena perut dan pipi bulat, tangan menggelambir, dsb).

Bagaimana dengan kisah Hawa? Perempuan ini yang pertama kali digoda, melihat buah yang menarik untuk dimakan karena godaan iblis. Hawa, perempuan itu mengatakan bahwa Tuhan melarangnya untuk meraba (Tuhan tak pernah mengatakan kata ini) dan memakan buah itu. Perempuan itu akhirnya memakannya juga lalu (mungkin dengan riang) memberikan kepada Adam yang berada di sampingnya.

Jadi, apakah makanan membawa dosa? Menjadikan manusia berdosa? Coba lihat penjelasan berikut ini..

Makanan2 lezat itu memicu gula darah naik. Aku sedih dan murung. Aku cepat marah dan perasaan cepat tersinggung, mudah ngantuk dan tidak konsentrasi. Terlihat gembrot dan tidak lagi muat dengan baju yang kupakai, celana sesak dan ngapret, pakai baju ketat terlihat seperti badut. STOP! hentikan...mulutku mulai melebih2kan dan sulit dikendalikan, nafsu makan bertambah karena stress, habis makan suka ngantuk..

Dosa sudah mengintip..dan mengerjakannya dalam diri orang yang rakus..dan tak sehat fisik, tentu para ahli pun tau..itu mempengaruhi keadaan mental dan jiwa seseorang, begitu pula dengan sebaliknya. Tubuh, jiwa, dan roh dalam manusia, itu tak terpisahkan. Mereka saling mempengaruhi.

Adam dan Hawa membutuhkan pakaian yang baru, seperti aku juga butuh pakaian yang baru kalau aku tidak segera menghentikan kebiasaan makanku itu.

"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya"
Amsal 25:28

Apa arti tembok itu?
Coba lihat penjelasan berikut ini dan pikirkan:
6 sendok teh gula sekali makan akan menurunkan fungsi kekebalan tubuh sampai 25 %
12 sendok teh gula sekali makan akan menurunkan fungsi kekebalan tubuh sampai 60 %
24 sendok teh gula sekali makan akan menurunkan fungsi kekebalan tubuh sampai 92 %

untung aku tidak makan gula sebanyak itu...fiiuh...eits tunggu!
kabar gembira: sekaleng coke mengandung lebih dari 8 sendok teh gula. manis banget kan? dan satu buah permen gula mengandung setara gula satu piring nasi putih.

Rata-rata orang dewasa di Amerika mengkonsumsi 32 sendok teh gula per hari. Dan itu berarti 54,5 kg gula per tahun.

Kita (aku) memiliki musuh, yaitu...
Dunia dengan sistem/budaya makan,
Kedagingan (keinginan), dan
Iblis (penggoda, marketing lihai).

Jangan diri sendiri menghancurkan tembok pengendalian diri oleh karena nafsu yang lemah terhadap godaan dan budaya makan di sekitar kita.

"Istri yang cakap siapa akan mendapatkan? Ia seperti kapal saudagar, yang mendatangkan makanan dari jauh (mungkin mahal, berkualitas, sehat). Ia bangun ketika hari masih gelap (membutuhkan waktu untuk siapkan makanan). Ia menyediakan makanan bagi keluarganya (karena sayang dan peduli kesehatan) dan bagian-bagian (sesuai porsi) pada pelayan perempuannya" Amsal 31.

Bapa kami yang di Surga...berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya......Amin.

Tidak ada komentar: