Manusia yang masih hidup tentu makan. Makanan yang dimakan tentunya harus yang bisa membuat hidup lebih baik, yang sehat, dan enak. Makanan manusia tentu harus dari sesuatu yang pernah hidup dan bisa dimakan (tanaman, buah, hewan, air...). Ndak pernah kan makan plastik ato beling ato minum cat (bisa mati tuh)..jadi dari yang mati ndak bisa menghasilkan sesuatu yang idup ato mbawa kehidupan (teori big bang--very ridiculous). Dari yg idup dimasak...spy bisa dimakan..ada proses dan bukan sesuatu yg mudah ato instan. tapi yang terus2an diolah-mengalami lebih dari 2 kali pengolahan (sereal, susu bubuk, mie instan, permen, keripik, kerupuk, es krim, yoghurt buatan, minuman instan, sirup....) semua itu udah jadi benda yang benar2 mati dan tidak membawa kebaikan pada makhluk yang hidup. logik kan? sesuatu yang masih 'hidup' membawa pada kehidupan. Dan perhatikan seberapa banyak jumlah yang dimakan. Pasti pernah mendengar: sesuatu yang berlebihan = sesuatu yang kekurangan, keduanya tidak baik.
Ceritanya:
Waktu itu Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tidak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;......"Adakanlah percobaan....selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja,......"
Setelah lewat 10 hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
Berketetapan berarti:
1. Mengurangi/menurunkan sampai prinsip2 yang pertama
2. Mhilangkan ketidakjelasan melalui analisis
3. Menetapkan pendapat atau tujuan
4. Menetapkan pikiran
5. (dalam Aljabar) membawa semua kuantitas yang dikenal ke satu sisi persamaan, dan kuantitas yang tak dikenal di sisi lainnya, untuk menyelesaikan persamaannya.
pasti bertanya2 kan kapan Aljabar digunakan dalam kehidupan nyata? inilah jawabannya:
prinsip Aljabar: pilah kuantitas yang kamu bisa kenali (apa yang bisa dimakan) dan pilah kuantitas yang tidak kamu kenali (bahan2 kimia yang pake nama2 indah sulit diucapkan dan jangan memakannya). Aljabar diterapkan. ^^
Beruntung sekali kisah Daniel ini ada di Alkitab, aku belajar tentang pengendalian diri Daniel yang berketetapan tidak makan santapan dari raja (tentu bisa dibayangkan apa saja menu dan banyaknya kan? kita semua tahulah). Daniel mengendalikan lidah juga akan sehatnya! makanan itu bukan makanan...Daniel tidak mau 'menajiskan' diri. Artinya ga baik buat kesehatan kalo jaman sekarang..berlebai lah makanan itu. Sayur dan air sehat baginya.
Amsal 31: 14
Wanita itu seperti kapal saudagar, membawa makanan dari jauh....Dia bangun ketika hari masih gelap (atawa subuh)..dia sediakan makanan buat keluarganya..
Makan makanan yang sehat dan mencukupi gizi pasti bukanlah hal yang mudah. Sukar dan mungkin mahal karena impor ato harus dibeli tiap hari (karena tidak tahan lama-tanpa pengawet) dan dimasak susah payah. Wanita di Amsal rela menyediakan itu, esktra waktu (pagi2) untuk sediakan, rajin untuk sediakan..buat siapa sih? keluarganya! dia bawa makanan yang sehat....bukan bahaya. Sering ya merasakan yang sehat itu tidak enak di mulut, tapi hei..baik buat badan. Yang enak sering mendatangkan bahaya..waktu sakit, pasti di rumah sakit lo ngrasain makanan sehat itu kan? ga enak..tapi membantu pemulihan dengan cepat.
Daniel dengan permintaan menu-nya itu juga pasti ngerepotin pelayan yang menyediakan makanan baginya. Pelayan itu juga bertanggung jawab kalo Daniel +ga sehat. Nah, jadi Daniel ngasi tawaran "ayo..dicoba sepuluh hari wes...piye? ntik nek ga sehat...terserah kamu wes mau nyediakan makanan apa". Itu ketetapan hati Daniel.
Di lain hari.......Daniel dijebloskan dalam kandang singa..dan singa itu tidak memakannya....
lelucon: bahkan singa-pun ga mau makan Daniel. ^^ hihi..
*Pertanyaannya: apa yang jadi "singa" yang akan memakanku kalo aku tetap makan makanan 'santapan raja' seperti budaya di dalam istana Daniel?
baca singa: penyakit, mulutmu harimaumu
baca santapan raja:makanan enak dan lezat dengan jumlah banyak,
baca budaya jaman dalam istana: budaya makanan anak muda jaman sekarang.
Punya masalah dengan berat badan? Menurunkan berat badan seperti yo-yo? naik turun ga jelas...ato masih tetep stress karena ga ada perubahan??
Roma 12:2:
"Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapu berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna"
Allah adalah Allah dalam tiap area/bidang kehidupanku...Adalah tantangan bagiku untuk tidak ikut budaya jaman sekarang dengan makanan serba instan, yoghurt dengan woro2 untuk kesehatan dan topping buah sehat padahal yoghurt banyak pengawet dan pemanis buatan, makanan super MSG..ato nama2 kimia aneh lainnya....semua adalah makanan bukan-makanan.....harusnya pikiran diubahkan juga dan pake akal sehat kalo milih makanan....
"Bapa kami yang di surga......" "...berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya..." "....amin."
secukupnya itu 3 kali makan besar, pagi, siang, sore. jangan kurang, jangan berlebihan. DIET adalah soal KUALITAS dan KUANTITAS.
Sebelum makan berdoa yaa^^ God, please bless our food. bersyukurlah dan berdoa juga buat semua orang yang masih kekurangan makanan dan minuman. Berbagi doa dan harap.
Saat Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya memilih makanan yang disediakan Tuhan, ketimbang makanan di istana, mereka diberkati.
BIBLE IS THE BEST.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar